PERAYAAN WAISAK BERJALAN DENGAN AMAN, DAMAI DI MEDAN
Ribuan umat Buddha merayakan Waisak, atau Hari Pencerahan Buddha Gautama, di Medan, Sumatra Utara, pada hari Kamis, dengan harapan perayaan tahun ini akan membawa berkah, damai dan bahagia bagi semua orang yang tinggal di Indonesia.
Perayaan tersebut berjalan dengan aman dan damai di bawah keamanan personil polisi. Umat Buddha memadati candi Budha, atau vihara, termasuk Candi Borobudur di Jl. Imam Bonjol di Medan untuk ibadah dan ikut serta dalam berbagai kegiatan.
Juru bicara Vihara Borobudur Adi Yanto mengatakan serangkaian kegiatan untuk merayakan Waisak dilakukan selama tiga hari mulai dari hari Selasa. Selama kegiatan tersebut, panitia penyelenggara memberikan makanan vegan kepada semua peserta yang berpartisipasi dalam perayaan di vihara tersebut, lanjutnya.
"Perayaan Hari Waisak memuncak hari ini [Kamis]. Semua aktivitas berjalan lancar dan aman, "kata Adi kepada media setempat di sela-sela acara tersebut pada hari Kamis.
Waisak menekankan tiga kejadian penting dalam kehidupan Buddha: kelahirannya, pencerahan dan pembebasan sempurna.
"Memahami keanekaragaman dalam kesatuan," kata Adi, terpilih sebagai tema perayaan Waisak tahun ini, mengingat isu sosiopolitik yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.
Kapolda Sumatera Utara Insp. Jenderal Rycko Amelza Dahniel juga menyoroti kebutuhan untuk menjaga keharmonisan dalam sambutannya di hadapan para pengikut Budha yang merayakan Waisak di Vihara Sinar Budhi di Medan.
"Akan ada kedamaian dan keamanan di dalam negeri, terutama di Sumatera Utara, jika semua orang dapat menjaga dan melindungi keanekaragaman," kata Rycko.
