PEMERINTAH UNTUK MENGALOKASIKAN RP 2,7 TRILIUN UNTUK TREM LISTRIK SURABAYA
Pemerintah Surabaya di Jawa Timur telah memutuskan untuk mengembalikan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga listriknya dalam APBN tahun ini.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pemerintah pusat setuju untuk mengalokasikan Rp 2,7 triliun (US $ 203,1 juta) dari obligasi Syariah Negara (SBSN) dan sukuk untuk proyek tersebut, yang ditargetkan selesai pada 2019.
"Kementerian Perhubungan mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa pemerintah akan mengalokasikan Rp 100 miliar dari APBN tahun ini untuk trem listrik Surabaya. Tahun depan anggaran akan jauh lebih besar dari itu, "kata Tri Rismaharini kepada wartawan, Kamis.
Pemerintah telah memulai proses pembangunan proyek dengan menghancurkan bangunan di sekitar jalur yang diusulkan jalur trem listrik minggu ini.
Pemerintah telah sepakat bahwa tahap awal konstruksi akan dimulai di jalur Utara / Selatan. Pembangunannya akan dimulai dari Jl. Tunjungan ke Stasiun Joyoboyo, yang membentang sepanjang 11,4 kilometer. Stasiun ini akan berfungsi sebagai depot untuk 25 trem listrik.
Pada tahap kedua administrasi akan memulai proyek dari Jl. Tunungan menuju Jembatan Merah berjarak 6,8 km.
Risma akan berkoordinasi dengan operator kereta api negara PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghidupkan kembali pengoperasian Stasiun Joyoboyo, dan dengan Dewan Legislatif Surabaya memutuskan tarif trem dan subsidi pemerintah.
